Waktu merupakan sesuatu yang tidak bermakna, kecuali jika ada
peristiwa yang membedakannya. Sama seperti warna yang tidak dapat kita
bedakan, kecuali ada mata yang melihatnya. Sekadar membayangkan masa
lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, akan memberikan kesan
kepada kita bahwa perjalanan waktu ibarat busur panah menuju ke satu
arah. Zaman bagaikan rangkaian dari sejumlah peristiwa yang
berturut-turut. Kalau bukan karena memori yang diberikan Allah kepada
manusia, tentu kita tidak akan merasakan berjalannya waktu.