Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan dan Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan dan Iman. Tampilkan semua postingan

Ilmu Mematahkan Pendapat Orang Kafir

Allah berfirman, “Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dan permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”(QS Ar-Rum: 27)

Ilmu Sebagai Jalan keimanan


 
Hakikat hubungan ilmu dan iman adalah sangat erat. Islam telah menggaris secara jelas bahwa ilmu harus disertai iman. Kehadiran ilmu dalam pikiran harus segera diikuti oleh iman secara langsung dan tanpa jeda. Setelah itu, iman akan diikuti oleh gerakan hati yang tunduk dan khusyuk kepada Allah SWT. Demikianlah ilmu membuahkan keimanan, dan keimanan akan menimbulkan ketaatan, tunduk kepada-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa Al Qur’an adalah benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepada-Nya. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus”. (QS Al-Hajj : 54)

Hakikat waktu dalam Sains dan Al - Qur'an


Waktu merupakan sesuatu yang tidak bermakna, kecuali jika ada peristiwa yang membedakannya. Sama seperti warna yang tidak dapat kita bedakan, kecuali ada mata yang melihatnya. Sekadar membayangkan masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, akan memberikan kesan kepada kita bahwa perjalanan waktu ibarat busur panah menuju ke satu arah. Zaman bagaikan rangkaian dari sejumlah peristiwa yang berturut-turut. Kalau bukan karena memori yang diberikan Allah kepada manusia, tentu kita tidak akan merasakan berjalannya waktu.

Nuril Shinta Rakhma Dewi

Sites

kurni.smanda.sch.id

Total Tayangan Halaman

Translate